Fakta Dokter Mata Duitan Yang Berbahaya

Jangan melihat judulnya, karena sengaja kami buat demikian agar kita semuanya membaca dan mengetahui hal penting yang akan kami tuliskan ini.

dokter dan uang

Hal yang penting untuk kita ketahui jika kita berobat ke dokter, agar kita tidak perlu mengeluarkan biaya lebih mahal dengan menebus resep dan tidak mengkonsumsi obat yang sebenarnya tidak perlu untuk di konsumsi. Bukan rahasia umum lagi jika dokter sekarang “tidak semua dokter” banyak beroreantasi kepada uang, sehingga banyak dokter meresepkan kepada kita obat yang tidak semestinya atau “Irrational use of drugs”

Artikel kali ini sangat penting untuk pengetahuan kita, dan sebenarnya kami sudah lama ingin menuliskan hal yang sangat penting ini, tapi karena kami tidak mempunyai data dan juga keterbatasan ilmu kami, maka kami menundanya. Akhirnya kami menemukan artikel dari koran kompas yang notabene koran yang sudah sangat terpercaya dan penulisannya berdasarkan fakta, maka kami sadur dan kutip tulisan tersebut. Sumber ini kami kutip dari harian kompas tanggal 31 januari 2013 dengan judul “Banyak Obat Bisa Tak Tepat”.

Banyak Obat Bisa Tak Tepat

Terserang batuk, terserang pilek, jika kita ke dokter, bisa bisa pulang membawa kantong penuh dengan obat. Obat untuk bermacam macam gejala mulai dari pilek batuk, pusing atau sakit kepala serta berbagai keluhan gangguan kesehatan lain. Dua hari kemudian kita merasa diri sembuh. Benarkah demikian?.

Penelitian yayasan orang tua peduli menemukan bahwa pada praaktiknya, para dokter justru mendorong penggunaan obat tidak rasional (Irrational Use Of Drugs/ IRUD) bukannya mendorong praktik penggunaan obat secara rasional (Rational use Of Medicine/RUM).

Dokter anak Wiyarni Pambudi dalam seminar Smart Parents, Healty Children, Happy Family Di Sekolah Untuk Pra Sekolah Saraswati, Sabtu (26/1/2013), mengatakan, “Banyak resep yang gawat”.

Resep resep gawat tersebut tulisannya demikian sulit di baca sehingga rawan salah baca. Jumlah obatnya banyak pula. Wiyarni mengingatkan, semua obat memiliki efek samping.

Ada beberapa jenis keluhan gangguan kesehatan yang bersifat self limiting. Artinya, gangguan kesehatan itu bisa sembuh hanya dengan daya tahan tubuh sendiri. “Batuk, pilek, diare, dan luka ringan bersifat self limiting. Perlu waktu 1 minggu hingga 2 minggu untuk sembuh,” ujar wiyarni.

Obat Berfungsi “topeng”

Pada praktiknya bnyak di temukan bahwa obat yang di berikan sebagian diantaranya bukan berfungsi menyembuhkan penyakit, melainkan hanya berfungsi sebagai “topeng”. Pasien terlihat sehat, padahal sebenarnya obat hanya ” menutupi” kondisi sebenarnya.

Misalnya di beri steroid yang berfungsi sebagai doping, karena minum steroid pasien terlihat segar, padahal sebenarnya pasien masih sakit, hasil senada di dapat jika pasien meminum antihistamin.

Obat anti alergi di berikan kepada pasien dengan keluhan batuk. efek antihistamin adalah mengantuk. Alhasil anak tampak tenang tidak rewel, itu di kira usdah membaik, padahal belum, tutur Wiyarni.

Sementara itu bagi anak anak, sakit batuk pilek merupakan gangguan kesehatan yang paling sering di alamai, “sakit anak anak sebenarnya merupakan mekanisme alamiah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka”, ungkapnya.

Pendorong RUM (Rational use of medicine)

Definisi penggunaan obat secara rasional (RUM) menurut organisasi kesehatan dunia WHO tahun 1975, mencakup unsur unsur: Pasien mendapatkan pengobatan sesuai kebutuhan klinis, dosis obat yang di berikan sesuai kebutuhan setiap individu selama periode waktu yang tepat, dan harga yang murah.

Menurut wiyarni, agar semua syarat tersebut terpenuhi, dokter harus memenuhi kewajibannya mengedukasi pasien. Pasien harus paham soal diagnosis (soal kondisi pasien saat itu) , prognosis (kemungkinan yang bakal terjadi terkait penyakit pasien), serta menjelaskan soal terapi yang di lakukan.

Disisi lain pasien seharusnya mengetahui juga hak haknya terkait konsultasi dengan dokter, diantaranya hak mendapatkan informasi yang jelas mengenai indikasi penyakitnya, informasi terkait efek samping obat, informasi terkait cara kerja obat, dan hak untuk meminta obat generik yang murah.

Wiyarni yang menjabat Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara tersebut menegaskan, “Pasien harus proaktif, mencari informasi untuk pencegahan salah obat. Yang punya bayi, misalnya mempunyai buku data obat.”

Yang pasti RUM bertujuan untuk melindungi pasien dari pemberian obat berlebihan, kesalahan pengobatan, atau rendahnya upaya mengobati.”pada intinya obat adalah racun”. ungkap Wiyarni. Banyak obat belum tentu tepat.

Penyebab Pemberian Obat Secara Tidak Rasional (IRUD)

Penyebab IRUD ini diantaranya adalah karena faktor yang menjadi kebiasaan untuk di lakukan atau kebiasaan di masyarakat kita, diantarannya adalah karena Dokternya dan juga pasien itu sendiri, berikut ini kesalahan yang dilakukan oleh dokter dan fikiran pasien yang salah karena ketidak tahuan ilmunya:

Dokter

  • Cenderung memberi berjenis-jenis obat untuk satu gangguan kesehatan
  • “Off Label Use Of Drugs” penggunaan obat tidak sesuai dengan indikasinya, contoh anak tidak nafsu makan di beri antihistamin, obat anti alergi dll

Pasien

  • Satu pil untuk satu keluhan penyakit
  • Berpendapat dokter adalah yang paling tahu
  • Antibiotik cespleng (obat yang sangat manjur)
  • Mahal=bangga

Tiga Pertanyaan Wajib

  1. Apa penyebab gangguan kesehatan
  2. Apa yang harus di lakukan {sebaiknya dengan konsep tata laksana bukan konsep pengobatan)
  3. Kapan pasien harus cemas (Setelah panas beberapa hari, berapa kali diare, dan sebagainya)

Prinsip prinsip RUM (Rational Use Of Medicine)

  • Tepat diagnosis dari kondisi klinis
  • Tepat dosis (ukuran obat sesuai secara individu)
  • Tepat jangka waktu (setiap obat berbeda beda)
  • Tepat informasi (akurat)
  • Tepat harga ( termurah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>